Jumat, 15 Mei 2015
On 17.01 by Bimaandikap No comments
Sejak mengenal kedelapan teman itu , membuat saya menjadi lebih bersemangat lagi untuk pergi ke sekolah , karena sebelumnya saya ini termasuk orang yang kadang-kadang males pergi ke sekolah hehehe , karena setumpuk tugas , berbagai instruksi guru , apalagi kalo ada guru yang galak , serasa pelajaran sekolah itu bagaikan neraka dunia . Namun seperti yang saya bilang diatas tadi , semenjak kami mengenal satu sama lain , seakan semua problema yang ada dalam kelas saat itu bisa kita hadapi , bisa kita lalui bersama , karena biasanya kalau kami yang laki-laki belum mengerjakan PR dari guru , maka kami akan mencari teman-teman kami yang perempuan untuk mencontoh dan menjiplak PR tersebut . Setiap ada pertanyaan dari guru yang diarahkan ke teman laki-laki , pasti anak perempuan juga bersikap koperatif dengan memberikan jawabannya dengan cara berbisik-bisik , hal ini yang membuat saya dan teman-teman lain merasa aman bila pergi ke sekolah , ini adalah salah satu bentuk kerja sama tim yang baik . Namun seperti hal nya kerja sama tim yang lain , ada saja kegagalan kami untuk menyelamatkan satu sama lain . Ibarat pepatah mah "Sepintar-pintar tupai melompat , pasti akan...?" Yaa itulah yang pernah kami alami , saat pelajaran sejarah semua murid di kelas kami di berikan tugas untuk menghafal dan memahami beberapa sejarah perdagangan V.O.C di indonesia , dengan batas waktu yang sangat singkat , kami dipaksa untuk memahami segambreng sejarah V.O.C tersebut . Guru sejarah kami ini bernama Agus Bren , nama yg cukup unik yaah . Perawakannya tinggi besar , kulit kecoklatan , rambutnya agak botak sedikit di tengah dan memiliki kumis yang tebal , dan ini memang benar-benar real tidak di tambah-tambahi sedikitpun . Pak Agus bren ini memiliki cara yang menurut saya bisa membuat muridnya gila , karena dia menugaskan murid untuk memahami , kemudian ia panggil satu-persatu ke depan dan jika murid tersebut tidak bisa menjelaskan kembali di depan kelas , maka bersiap-siaplah menerima hukuman yang cukup berat dan di bentak-bentak . Naah , ketika itu kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin , seudah berusaha mengulani bacaan yang diberikan , namun tetap saja kata-kata yang asing di dengar anak kelas 2 SMP itu membuat kami sulit memahami dan menghafalnya . Akhirnya pada minggu berikutnya tiba lah hari dimana tes pemahaman . Pak Agus Bren mulai masuk ke kelas , dia memandangi sekeliling kelas , menatap kami semua , ia mulai membuka buku absen dari dalam tas nya . Setelah berbasa-basi sedikit , tiba-tiba... "Langsung saja kita tes pemahaman atas tulisan yang minggu kemarin bapak berikan" sekejap kelas menjadi sepi dan hening , wajah anak-anak ada yang bingung , resah , ada yang cengangas-cengenges pasrah . Teman saya yang pertama dipanggil ternyata bisa menjelaskan , saya lupa namanya . Kemudian maju yang kedua dan ternyata... "BoooooM !!! dia gagal dan di marah-marahi !!!" Saya melihat ke arah wajah teman sebangku saya yang bernama Idham , dia terlihat santai , karena ia tidak tau lagi harus berbuat apa . Tak terasa semakin banyak yang berdiri di depan kelas karena tidak mampu menjelaskan kembali tentang V.O.C tersebut . Dan ternyata di depan kelas itu sudah ada teman-teman saya , ada Dito , Haidar , Idham , Anggi , Rian , Agus dan yang parahnya lagi saya pun temasuk ada di depan kelas karena di hukum !!! Setelah nama yang ada dalam buku absensi itu disebut , kamipun menjalani eksekusi hukuman dari guru sejarah itu . Pertama kami disuruh untuk baris satu barisan , kemudian yang paling belakang menjewer kuping temannya yang di depan , begitupun yang di jewer , harus menjewer teman di depannya , begitu seterusnya sampai ke depan . Kebetulan yang paling belakang adalah teman sebangku saya si Idham . Saat menjewer , ia tidak ada yang menjewer karena posisinya sebagai penjewer pertama . Tak lama kemudia Pak Agus menghampirinya dan menjewer kuping idham , karena postur pak Agus yang cukup tinggi , alhasil idham pun sampai jinjit-jinjit saat di jewer . Mungkin saat itu perasaan kesal yang kami rasakan , namun setelah berjalannya waktu saat mengingat hal itu malah menjadi cerita bagi kami . Dan jika mengingat kejadian itu malah membuat kami tertawa-tertawa sendiri . Itu lah salah satu cerita kegagalan kami menyelamatkan satu-sama lain di dalam kelas . Mohon maaf tidak bisa menampilkan gambar apapun karena pada saat itu keadaan sedang genting dan tidak mendukung .
Tunggu kelanjutan cerita persahabatan kami selanjutnya , karena masih banyak yang akan kami bagi untuk para pembaca setia persahabatan sekalian :)
Jangan lupa follow https://twitter.com/bimaandikaP2
Dan ini https://www.facebook.com/bima.andika.92
Tunggu kelanjutan cerita persahabatan kami selanjutnya , karena masih banyak yang akan kami bagi untuk para pembaca setia persahabatan sekalian :)
Jangan lupa follow https://twitter.com/bimaandikaP2
Dan ini https://www.facebook.com/bima.andika.92
Sabtu, 09 Mei 2015
On 23.17 by Bimaandikap No comments
Setelah lulus Sekolah Dasar saya bingung kesana-kemari untuk melanjutkan sekolah ke SMP . Berbagai tes sekolah di wilayah Kota Tangerang saya ikuti , namun keberuntungan belum menghampiri saya (Padahal memang otaknya aja ga mampu wkwkwk) . Alhasil saya akhirnya terpaksa sekolah SMP di Kab. Tangerang , kebetulan tidak jauh juga dari rumah . Setelah satu tahun sekolah saya naik ke kelas VIII atau kelas 2 SMP . Disinilah awal pertemuan kami berdelapan dimulai , sebelumnya Agus dan Rian itu teman saya sejak Sekolah Dasar , mereka melanjutkan sekolah menengah pertama di tempat yang sama dengan saya . Saya masuk ke dalam kelas 8B bersama Rian dan Agus , setelah menjalani sekitar 3 bulan belajar di kelas 2 itu , kami bertiga mulai akrab juga dengan teman2 kelas yg lainnya , saya mulai mengenal Hendrik , Ditto . Bukan itu saja , kami juga akrab dengan teman2 perempuan termasuk di dalamnya ada Eti , Fitri dan Anisa . Semakin hari kami semua belajar dalam kelas yang sama , kami mulai saling ledek2an , mulai ceng2an (wkwkwkwk) . Kebetulan dalam kelas kami ada salah satu teman perempuan yang bernama Lupi , perawakan Lupi ini adalah Gendut , Hitam , cerewet , sehingga kadang menjadi samsak ceng2an , menjadi bahan yang empuk untuk melontarkan celetukan (wkwkwkwkw) . Ada juga Lilis yg memiliki perawakan sama dengan Lupi , hanya saja Lilis lebih bersih kecoklatan kulitnya , Lupi dan Lilis tak jarang menjadi bahan ledekkan kami sekelas hahahaha . Yang semakin membuat seru itu , Lupi dan Lilis ini selalu berdua kemana-mana , ibarat kata mah seperti sendal jepit kanan dan kiri , serta seperti ban belakang dan ban depan (hehehehe) . Dikelas itu kami semua merasa bukan seperti teman , tapi sudah seperti saudara sendiri , kondisi kelas seperti ini di dukung pula oleh wali kelas kami yang pembawaannya humble dan santai . Semakin hari kami berdelapan semakin akrab , tempat duduk semakin berdekatan , setiap hari tiada senyum , tawa dan candaan yang kami lewati . Terkadang saya sendiri enggan untuk meninggalkan suasana seperti itu , namun bel jam sekolah seakan mengakhiri semuanya hehehehe .
Ini adalah foto saat kami masih SMP , sungguh memalukan wkwkwkw , tapi gapapa . Ini adalah bagian dari perjalanan persahabatan...
HAHAHAHAHA ini dari kiri ke kanan adalah Anisa , Eti , Fitri dan Lilis
Kalo ini rame bangeeeet , itu ada saya yang di kanan cuma masuk setengah aja dalam foto wakakakakak , malu ih hahahaaa
Kalo ini saya lupa2 namanya , tapi kedua dari kanan itu ada Eti dan yang ditengah itu Lupi , si bahan ledekkan wkwkwkwk
Kalo disini sebenarnya foto teman2 yang lengkap , tapi malahan ga ada sayanya :( huuuhuhuhu , dari kiri ke kanan ada Eti , Anisa , Ditto , Hendrik , Fitri dan Lilis.
Itulah awal pertemuan dan pertemanan kami berdelapan , nanti masih akan ada lagi lanjutan cerita dari "Persahabatan Kita dan Semua"
Jangan Lupa Follow https://twitter.com/bimaandikaP2
Dan ini Facebook nya https://www.facebook.com/bima.andika.92
Ini adalah foto saat kami masih SMP , sungguh memalukan wkwkwkw , tapi gapapa . Ini adalah bagian dari perjalanan persahabatan...
HAHAHAHAHA ini dari kiri ke kanan adalah Anisa , Eti , Fitri dan Lilis
Kalo ini rame bangeeeet , itu ada saya yang di kanan cuma masuk setengah aja dalam foto wakakakakak , malu ih hahahaaa
Kalo ini saya lupa2 namanya , tapi kedua dari kanan itu ada Eti dan yang ditengah itu Lupi , si bahan ledekkan wkwkwkwk
Kalo disini sebenarnya foto teman2 yang lengkap , tapi malahan ga ada sayanya :( huuuhuhuhu , dari kiri ke kanan ada Eti , Anisa , Ditto , Hendrik , Fitri dan Lilis.
Itulah awal pertemuan dan pertemanan kami berdelapan , nanti masih akan ada lagi lanjutan cerita dari "Persahabatan Kita dan Semua"
Jangan Lupa Follow https://twitter.com/bimaandikaP2
Dan ini Facebook nya https://www.facebook.com/bima.andika.92
Jumat, 08 Mei 2015
On 20.06 by Bimaandikap No comments
Ditto
, Eti , Anisa , Fitri , Agus , Rian , Hendrik dan Saya telah berteman kurang
lebih sudah 8 tahun . Seiring berjalannya waktu pertemanan ini kami rasakan
sudah menjurus ke persahabatan , karena dari dulu kami selalu berjalan
bersama-sama . Saat ini kami ber 8 sudah sangat sulit untuk bertemu dan
berkumpul , karena kesibukan yang dimiliki satu sama lain . Agus dan Ditto kini
sedang sibuk mencari nafkah karena mereka bekerja . Ditto bekerja di Bandara
Soetta dibagian Tool & Equipment , sedangkan agus tidak pernah mengaku jika
saya tanya bekerja dimana . begitu juga Eti dan Anisa yang juga bekerja , kedua
teman perempuan saya itu bekerja di tempat yang sama yakni di sebuah Apotik di
bilangan BSD Tangerang . Sedangkan Saya , Fitri , Hendrik dan Rian saat ini
sedang bergelut dengan bermacam tugas , berbagai makalah , uji coba , dll .
Karena saat ini kami berempat sedang berkuliah , sedang membangun mimpi (kalo
istilah kata orang intelek mah hahaha) . Dari lamanya waktu persahabatan kami
ini pastinya ada saja hal-hal yang terkadang membuat kami tertawa bersama ,
melucu bersama , celetukan-celetukan tak terduga , sampai hal-hal yang
mengharukan dan meneteskan air mata . Karena kesibukan kami masing-masing ini ,
intensitas pertemuan kita ini semakin sedikit bahkan akhir-akhir ini sudah
hampir tidak pernah . Sulitnya mencari jadwal dan waktu yang pas menjadi
masalah utamanya . Kadang jika kami yang kuliah sedang libur , mereka yang
kerja harus tetap masuk mematuhi aturan perusahaan , malah terkadang memang sengaja
lembur untuk dapat uang tambahan (Maklum namanya juga manusia) . Jika saya
perhatikan melalui pengamatan saya sendiri , kami berdelepan ini bertemu dalam
jangka waktu 6 bulan sampai 8 bulan sekali untuk sekedar ngobrol di tempat
makan atau di tempat biasa kami kumpul . Waktu berkumpul itu menjadi hal yang
mahal bagi kami semua ini .
Ini adalah beberapa
gambar pertemuan kami berdelapan yang terbaru :
Ini saya yang paling
kiri , sebelahnya Anis , Eti , Agus dan Ditto
Ini ada Eti dan Fitriiiiii
Ini Fitriiiii
Ini Riaaaaan
Ini Anisaaaaa
Cukup sekian postingan
hari ini , nanti akan ada lanjutan cerita tentang perjalanan persahabatan kami
berdelapan .
Langganan:
Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
Ditto , Eti , Anisa , Fitri , Agus , Rian , Hendrik dan Saya telah berteman kurang lebih sudah 8 tahun . Seiring berjalannya waktu perteman...
-
Sejak mengenal kedelapan teman itu , membuat saya menjadi lebih bersemangat lagi untuk pergi ke sekolah , karena sebelumnya saya ini termasu...
-
Setelah lulus Sekolah Dasar saya bingung kesana-kemari untuk melanjutkan sekolah ke SMP . Berbagai tes sekolah di wilayah Kota Tangerang say...








